Pembaruan
“Rekening bank untuk pengiriman ke forex luar negeri saya telah dibekukan” “Pengiriman bank mungkin tidak dapat digunakan lagi”
Sejak pemberlakuan revisi Undang-Undang Pembayaran Uang pada Juni 2025, suara kekhawatiran seperti ini menjadi semakin meningkat di media sosial. Sebenarnya, sejumlah pengguna GMO Aozora Internet Bank dan PayPay Bank telah melaporkan pembekuan akun atau pembatasan penggunaan.
Kesimpulannya, forex luar negeri bukanlah “sudah berakhir”, tetapi “zona abu-abu” yang telah berlangsung selama bertahun-tahun pasti akan berakhir.
Artikel ini akan menjelaskan secara rinci tentang praktik pembekuan akun, latar belakang hukum, dan 3 pilihan yang harus diambil oleh para trader di masa depan. Khususnya untuk pemula yang baru akan memulai perdagangan, kami akan menyampaikan jalur dengan risiko paling rendah.
✅ Apa yang akan Anda Ketahui dari Artikel Ini
- Mengapa pembekuan akun forex luar negeri meningkat drastis sejak Juni 2025
- Struktur tiga lapis latar belakang hukum (Undang-Undang Jasa Keuangan, Revisi Undang-Undang Pembayaran Uang, AML/CFT)
- Risiko di setiap 4 jalur penarikan/deposit (bank, dompet, kripto, kartu kredit)
- Perbandingan 3 pilihan (forex domestik, perusahaan prop trading, lanjutkan forex luar negeri)
- Alasan pemula harus memulai dari perusahaan prop trading
【Video】Keseluruhan Regulasi Forex Luar Negeri dan Pilihan ke Depan (Akan Dirilis Segera)
【Kesimpulan】Forex Luar Negeri Bukan “Sudah Berakhir” Tapi “Zona Abu-Abu Berakhir”
Pertama-tama, mari sampaikan kesimpulan dari artikel ini.
Forex luar negeri itu sendiri tidak menjadi ilegal. Undang-Undang Jasa Keuangan Jepang mengatur “praktik penawaran oleh penyedia yang tidak terdaftar”, dan tidak ada undang-undang yang menghukum trader yang menggunakan forex luar negeri.
Namun, lingkungan di mana banyak trader menikmati “transfer bank domestik yang mudah untuk deposit/penarikan” pasti akan berakhir.


3 Pilihan ke Depan
| Pilihan | Risiko | Cocok Untuk |
|---|---|---|
| ①Kembali ke Forex Domestik | Paling Rendah | Orang yang berorientasi stabilitas, memiliki modal besar |
| ②Beralih ke Perusahaan Prop Trading【Direkomendasikan】 | Rendah | Orang yang memiliki keterampilan tapi modal sedikit, pemula |
| ③Lanjutkan Forex Luar Negeri | Tinggi | Orang yang memahami risikonya dan ingin melanjutkan |
Terutama bagi pemula yang baru akan mulai trading, kami sangat merekomendasikan anda memulai dari ②Perusahaan Prop Trading. Alasannya akan dijelaskan lebih rinci nanti.
【Realitas】Mengapa Pembekuan Akun Forex Luar Negeri Meningkat Drastis Sejak Juni 2025
Sejak akhir Juni 2025, postingan di media sosial yang mengandung kata kunci “pembekuan akun forex luar negeri” meningkat drastis.
Menurut survei Myforex, dalam seminggu sejak 27 Juni 2025, tercatat lebih dari 200 postingan. Sebagian besar berisi kekhawatiran seperti “Apakah akun saya baik-baik saja?” dan “Apakah transfer bank tidak bisa digunakan lagi?”
Bank yang Banyak Dilaporkan Pembekuan Akunnya
⚠️ Bank yang Banyak Dilaporkan Pembekuan Akunnya
- GMO Aozora Internet Bank: Secara jelas melarang transfer ke penyedia forex luar negeri
- PayPay Bank: Banyak laporan pembatasan penggunaan ke penyedia yang tidak terdaftar
- Rakuten Bank: Membatasi transfer ke daftar peringatan badan pengawas keuangan
Bank-bank internet ini populer di kalangan trader karena kemudahan pembukaan akun dan biaya transfer yang murah. Namun, upaya anti-pencucian uang mereka juga semakin ketat, sehingga transfer terkait forex luar negeri lebih mudah terdeteksi sebagai “transaksi mencurigakan”.
Dampak Jika Akun Dibekukan
Jika akun dibekukan, dampaknya bisa sangat serius:
- Tidak Bisa Menarik Dana: Jika akun untuk transfer gaji atau pembayaran tagihan, akan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari
- Proses Pencairan Lama: Membutuhkan waktu 2 minggu hingga 2 bulan untuk menyelesaikan proses verifikasi identitas dan tujuan transfer
- Kemungkinan Akun Ditutup: Bank bisa meminta penutupan akun jika menganggap transaksi tidak pantas dilanjutkan


【Latar Belakang Hukum】Struktur Tiga Lapis yang Menyebabkan Pembekuan Akun
Pembekuan akun tidak disebabkan oleh satu undang-undang saja. Ada struktur tiga lapis dari Undang-Undang Jasa Keuangan, Revisi Undang-Undang Pembayaran Uang, dan Pedoman AML/CFT yang bekerja secara kompleks.
Lapis 1: Undang-Undang Jasa Keuangan (FIEA)|”Penawaran” Forex Luar Negeri Ilegal
Inti permasalahan ada pada Undang-Undang Jasa Keuangan Jepang.
Undang-Undang Jasa Keuangan Jepang dengan jelas menyatakan bahwa menawarkan layanan trading forex kepada penduduk Jepang tanpa terdaftar di Badan Jasa Keuangan adalah ilegal, terlepas dari lokasi penyedia.
Badan Jasa Keuangan terus mengeluarkan peringatan sejak 2009 dan mempublikasikan daftar penyedia tidak terdaftar.
